Rasa gak betah. Rasa gak nyaman. Rasa rindu rumah. Kangen keluarga. Adalah sederet rasa-rasa yang pernah setiap orang rasakan. Orang-orang yang merantau. Orang-orang yang tinggal jauh dari keluarganya. Termasuk para santri yang tinggal di pesantren.
Rasa-rasa kayak gitu bisa aja menghampiri di waktu-waktu gak terduga. Tapi buat di tahun permata alias kelas satu pasti sama. Gak betah. Karena lingkungan baru. Suasana baru. Orang-orang baru. Butuh adaptasi. Dan di tingkat selanjutnya pun masih bisa terjadi.
Hal itu disebabkan karena beberapa faktor. Kayak misalnya, ada masalah sama temen. Entah temen satu kelas atau satu kamar atau malah sama kakak kelas. Lagi males sama kedisplinan pondok, kayak misalnya dihitung-hitung sama pengurus atau kena hukuman -pasti ada fasenya di mana orang menjadi malas-. Atau karena belum bayar SPP/ujian. Ngerasa pelajaran berat. Lagi ada masalah keluarga. Lagi ngerasa bahwa kehidupan jadi anak sekolah umum itu lebih asik. Lagi sakit. Lagi menginginkan sesuatu tapi gak bisa atau gak ada di pondok.
Dan menurut gue obat dari semua rasa gak betah di pondok yang datengnya dari bisikan-bisikan setan yang ngebikin pengen udahan aja mondoknya adalah AKTIF. JANGAN MAGER.
Karena dengan loe aktif otak loe pun akan sibuk. Gak bakal ngurusin rasa gak betah apalagi pengen pindah. Misalnya ikut kegiatan ekstrakulikuler, ngelakuin hobi loe-sesuaikan dengan sikon pesantren-, bersosial sama temen-temen santri lain, baca buku, nulis buku harian, datang ke rumah ustadz/ustadzah menawarkan diri untuk membantu pekerjaan mereka. Atau bersih-bersih kayak nyuci baju, ngerapihin lemari, nyapu-nyapu lingkungan kamar atau pesantren. Ngulang-ngulang pelajaran atau nambah hafalan, tapi kayaknya ini sesuatu yang berat. Hehehe. Seengaknya buka buku loe, siapa tahu loe menemukan sesuatu. Kenangan yang bikin loe ketawa-tawa atau inspirasi. Bisa juga dengan menyepi dulu. Menyendiri membetulkan niat. Ya, ini yang terpenting, niat.
Karena amal itu tergantung niat. Buat apa kita di pesantren? Buat mencari ilmu. Buat ngebahagiain orang tua. Buat masa depan yang cerah dan lebih baik terutama di akhirat nanti. Jadi, tenangkan diri dan mantapkan niat. Semangat balik lagi deh, insya Allah.
Buat masalah SPP atau keluarga di rumah. I think the best way yang loe bisa lakukan adalah berdo'a dan bantu dengan perbuatan-perbuatan baik. Karena insya Allah dengan wasilah perbuatan-perbuatan baik, Allah akan tunjukkin jalan keluar dan kasih kemudahan. Ingat, loe lagi fii sabilillah. Menuntut ilmu agama. Insya Allah, do'anya mustajab.
Kalo lagi sakit juga harus berlapang dada. Karena banyak hikmahnya. Allah hapus dosa atau mau angkat derajat kita. Lagi dikasih waktu istirahat. Jangan sungkan buat minta bantuan temen kalo butuh. Dan pastinya berdo'a kepada Allah biar diberikan kesembuhan kembali.
Ijin pulang sesekali gak apa-apa. Bosen itu manusiawi, kok. Tapi jangan keseringan. Karena pesantren bukan penjara, tapi surga. Loe cukup lapangkan hati dan jalani hari-hari dengan optimis. Karena suatu hari, hari-hari di pesantren akan jadi hari-hari yang loe rinduin. Hari-hari yang mengantarkan loe kepada kesuksesan dunia dan akhirat. Jangan sampai jadi hari-hari yang loe sesali karena cuma diam aja atau menyesali keputusan keluar dari pesantren padahal belum waktunya.
Komentar
Posting Komentar